Sabtu, 08 Juli 2017

Liburan Lebaran di Lampung : Pantai Sari Ringgung dan Puncak Mas



Momen lebaran selalu kita habiskan bersama dengan keluarga serta kerabat terdekat. Tradisi lebaran di Indonesia begitu kental hingga di media saja selalu muncul arus mudik. Berhubungan dengan mudik, tahun ini saya dan keluarga mudik ke Provinsi Lampung. Kami memutuskan merayakan hari kemenangan di Lampung sekalian juga untuk menjenguk kakak yang berdomisili disana. Sehari sebelum hari Lebaran (25 Juni 2017), kami sudah tiba di rumah. Lokasi nya cukup jauh dari Kota Bandar Lampung kira-kira 1,5-2 jam perjalanan karena saya tinggal didaerah kabupaten Lampung tengah. 
Libur lebaran tahun ini terasa berbeda, karena tidak ada Mamah. Namun bertambah keluarga baru dan mungkin calon keluarga baru hahahaa :D. Adik saya, caca sangat ingin pergi ke pantai di hari libur lebaran. Apalagi seperti yang kita ketahui, keindahan pantai di pesisir lampung dengan pasir putih nya sangat terkenal. Pantai Sari Ringgung terpilih untuk memenuhi hasrat liburan di lebaran tahun ini sekaligus memenuhi permintaan nona Caca.

google.com


Perjalanan ke lokasi pantai dari rumah sekitar 2 jam, kami berangkat pukul setengah 8 pagi dan sampai disana kira-kira pukul setengah 10. Sesampainya disana kami dimanjakan dengan hamparan pasir putih dan juga semilir udara pantai yang sangat rileks.

google.com

Kami mulai memasuki wilayah pantai dengan biaya 120K untuk 6 orang menggunakan mobil, suasana di pintu masuk tidak terlihat ramai namun ketika masuk sudah dipadati oleh keluarga-keluarga yang berlibur untuk menikmati pantai. Kami menyusuri parkiran untuk mendapatkan lokasi yang pas, dan terpilihlah bagian sedikit ujung pantai sari ringgung. Tak sabar bermain air, semua orang keluar mobil dan langsung bermain air.
Fasilitas disini cukup lengkap, ada tempat makan (cafe), jajanan-jajanan kecil, kamar mandi yang ada ditiap titik pantai dengan cukup banyak kamar. Namun parkiran nya kurang dikondisikan jadi sedikit tidak rapih dan menumpuk. Tapi terlepas dari itu kami puas dengan pemandangan dan suasana yang disajikan di pantai sari ringgung ini. Untuk kalian yang gemar permainan air disini juga menyediakan banana boat, jetski dan perjalanan ke pasir timbul disebrang pantai.






Kami habiskan waktu kira-kira 4 jam di pantai dan kami memutuskan untuk ke tujuan selanjutnya yaitu Puncak Mas. Perjalanan dari Pantai Sari Ringgung ke Puncak Mas sekitar 30 menit menggunakan Mobil. Arahnya sesuai dengan jalur kami pulang ke rumah jadi tidak terlalu memakan waktu untuk bisa mengunjungi Puncak Mas. Kami sampai di Puncak mas kira-kira pukul setengah 3 sore. Padahal lebih enak kalau dapat sunset tapi karena izin nya tidak sampai malam jadi Cinderela harus pulang sebelum malam. dan hanya menikmati  sore hari di Puncak Mas (yah.. sudah cukuplah ngilangin penasaran).



Puncak Mas menyajikan pemandangan dari atas bukit untuk melihat kota Bandar Lampung dan pantai di sekeliling nya. Bayar masuk untuk 6 orang (120K) menggunakan mobil. Area untuk melihat pemandangan nya cukup sempit karena penuh pengunjung. Ada beberapa “rumah-rumahan” yang dijadikan tempat untuk melihat pemandangan salah satu yang unik adalah “rumah terbalik”. Setelah hunting foto dan keliling di puncak mas, kami pencari penganjal perut. Di Puncak Mas disediakan stand-stand makanan jadi kalau lapar bisa melipir terlebih dahulu. Kami menghabiskan waktu kira-kira 1 jam. Dan harus pamit dari tempat romantis ini.





Perjalananan kali ini sangat menyenangkan, ditemani oleh orang spesial yang bersedia meluangkan waktunya di hari libur lebaran. Terimakasih mas pandu, caca, a bayu, putri dan teh atin :). Kira-kira ada tempat wisata apalagi di Lampung, ayo kasih rekomendasi buat saya. Siapa tahu bisa kesana kalau ada waktu dan rezekinya.

Happy traveling



Read On >>>

Senin, 29 Mei 2017

Menulis Tuk Mengingat




6 Januari 2017
Hari ketika seolah dunia runtuh
Hari ketika musim berubah menjadi badai salju yang hebat
Hari ketika  orang yang sayang nya tak terbatas kepadaku harus pergi lebih dulu

Mamah, terimakasih sudah menjadi mama ku
Membimbingku hingga 22 tahun ini,
Egoku berkata, kenapa kau tidak bertahan hingga usia ku lebih dari 50tahun
Egoku berkata, kenapa kau tidak bersamaku sekarang

Kemudian, apa daya ku
Dia lebih mencintaimu dibandingkanku
Dia lebih tahu yang terbaik untukmu
Dia lebih tahu yang terbaik untukku

Penyakit terkutuk itu,
Terus ku kutuk
Terus ku caci
Terus ku benci

Mah,
sudah lebih dari 100 hari kau tak menelponku di pagi hari
sudah lebih dari 100 hari kau tak cerewet menyuruhku makan
sudah lebih dari 100 hari kau tak memelukku

Aku takut Mah,
Lupa masakanmu rasanya seperti apa,
Lupa suaramu terdengar seperti apa
Lupa hangatnya pelukanmu seperti apa

Aku, anakmu yang disini merindukanmu Mah,

Sungguh rindu 













love you Mom







Read On >>>
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Header Background Designed by Freepik