Jumat, 04 Desember 2015

Revolusi keuangan di bulan Desember

source : google

Bulan desember sudah tiba, bulan ini merupakan penghujung tahun 2015. Banyak sekali aktivitas dan pembelajaran yang didapatkan bulan-bulan sebelumnya. Namun tidak sampai situ karena masih ada satu bulan yaitu desember yang akan menggenapi tahun 2015. Belum cukup tentunya menikmati tahun 2015 dengan hanya melewatkan begitu saja bulan desember ini.

Saya akan sedikit review  sedikit tentang hal apa saja yang saya sudah dapatkan pada bulan-bulan sebelum bulan desember. Diawal tahun menjadi momentum saya unutk bisa menyelesaikan studi saya di tingkat Sarjana, menjadi seorang sarjana dari jurusan Statistika. Kemudian, alih-alih berencana untuk melanjutkan studi, namun saya melirik lahan pekerjaan untuk saya geluti terlebih dahulu. Sehingga memasukin pertengahan tahun saya sudah berada pada sebuah perusahaan startup untuk mencari ilmu dan juga teman-teman baru. Nah, menjelang akhir tahun ada sedikit kesulitan yang terjadi. Karena saya sudah memegang uang sendiri, saya kurang control terhadap apa yang sudah saya miliki tersebut.


source : google


Hemat ! Hemat ! Hemat ! Itu yang selalu terngiang di kepala saya. Karena bayangkan saja bagaimana masa depan akan cerah kalau kita tidak bisa mengatur “asset” sendiri. Jangan menjadi orang “Besar pasak daripada tiang”. Semoga hanya saya yang mengalami hal ini *amin. Karena saya saja merasa ini seperti penyakit yang menggerogoti hati dan dompet saya :D. Jadi harapan saya dibulan desember sebagai penutup tahun 2015 adalah menjadi pribadi yang lebih hemat dan mampu mengatur “asset” dengan baik.
Dengan tujuan itu, mulai lah beberapa research tentang cara berhemat, nah disini saya akan bagi-bagi tips nya supaya kita bisa coba bareng-bareng. Okeh, simak penjabaran berikut ya :

1.       Alokasikan semua kebutuhan saat gajian tiba
Hal pertama yang mendasar adalah kita harus mengalokasikan semua kebutuhan saat gajian tiba. Kita buat sebuah list pengeluaran apa saja yang kita lakukan untuk satu bulan kedepan dengan demikian maka akan diketahui gambaran keuangan secara bulanan. Oia, jangan lupa untuk selalu memisahkan minimal 10% dari penghasilan untuk ditabung dan 2.5% penghasilan untuk sedekahkan.
Kembali lagi ke list pengeluaran per bulan. Kira-kira kalau saya kebutuhan per bulan sesuai dengan daftar berikut ini :
- Belanja bulanan dan kecantikan (sabun,shampoo, dan kebutuhan cewek lainnya)
- Bayar tagihan kartu kredit (kalau lagi ada tagihan)
- Bayar kosan (sedihnya hidup merantau)
- Biaya makan
- Transfer bulanan untuk mamah
Baru deh kalau ada sisa bisa untuk happy happy ahahah. Mungkin kalau teman-teman ada sedikit perbedaan bisa diotak-atik sendiri usahakan urutkan dari hal paling penting. Boleh deh, mulai bulan desemeber ini dibuat list terus.

2.       Lebih Produktif
Kenapa lebih produktif masuk ke list berhemat ? Bukannya malah buang-buang uang ? Eitss.. yang ini produktif nya berbeda dong. Jadi saya kan punya keahlian untuk analisis data tentunya saya bisa hasilkan pundi-pundi rezeki dari keahlian itu. Jadi produktif untuk cari job diluar kantor bisa jadi pilihan yang tepat untuk menambah uang bulanan. Tenang aja engga Cuma saya yang bisa dapet penghasilan dari yang lain. Temen-temen juga bisa dapet dari keahliannya masing, mulai dari menulis hingga bernyanyi pasti ada yang bisa menghasilkan. Apalagi zaman sekarang sudah banyak situs freelance untuk teman-teman yang emang mau lebih produktif.

3.       Lakukan semua hal yang memang bisa dilakukan sendiri
Beberapa hal yang memang bisa kita lakukan sendiri maka lakukan lah sendiri. Biasanya godaan kalau sedang merantau untuk bekerja adalah laundry. Walaupun tidak seberapa tapi lumayan kan bisa untuk makan sehari uang nya. Yaah,, tapi ini pilihan. Kalau memang mau melakukan dengan bantuan orang lain maka harus menekan anggaran yang lain agar tidak besar pasak daripada tiang.

Nah, begitulah kira-kira rencana saya di bulan Desember untuk berhemat-hemat ria. Yuk, kita hemat. Oiaaa... jangan cuma hemat uang namun hemat energy juga perlu kita coba. Karena attitude kita lah ternyata yang menyebabkan kita sulit mengatur sesuatu.




4 komentar :

  1. Iya bener. Terkadang kemalasan bikin kita boros ya. Malas nyuci jadi laundry. Malas masak jadinya makan di luar.

    Kita? Saya aja kali ya. Hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahaha "kita" kok mbak, itu juga penyakit boros saya huhuu.. apalagi kalau ngekos haaa serba ingin instan ahaha..

      Hapus
    2. mbaa. infonya dooong, situs freelance contohnya kaya apa ya?
      makasih :d

      Hapus
    3. halo mba dessy :) ... coba cek sribulancer.com, saya ada akun disitu juga hhihihi

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Header Background Designed by Freepik